Blog Feed

My First Blog Post

Be yourself; Everyone else is already taken.

— Oscar Wilde.

This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.

Featured post

CERPEN ” TANPA BATAS”

BIDADARI SYURGA

       Malam hari  di sebuah pondok pesantren, ada dua gadis yang sedang belajar. Mereka belajar dengan sangat giat, karna di keesokan harinya siswi pondok pesantren al islamiyah akan mengahadapi jian akhir semester. Bagi siapa yang tidak lulus ujian maka akan mendapat hukuman. Hukumannya sudah di tentukan oleh pihak pondok pesantren.

 “Aisyah, bagaimana ini jika kita tidak lulus dalam ujian kali ini kita akan mendapatkan hukuman” gerutu Hanun.   “Tenang lah Hanun, kita harus berfikir positif untuk ujian esok hari, tidak apa apa jika kita tidak lulus,yang penting saat ini adalah harus kita serahkan semuanya kepada ALLAH SWT, mungkin besok kita di beri kemudahan oleh ALLAH SWT untuk mengerjakan soal dengan baik dan benar. Di samping itu juga kita harus belajar dan berdoa kepadanya, karna itulah wujud nyata kalau kita sudah berusaha.” kata Aisyah menyemangati Hanun.

       Hanun yang mendengar perkataan Aisysah pun  menganggung ,karna apapun yang di katakan sahabatnya ini ada benar nya juga.

“Sekarang sudah larut malam ayo kita tidur dulu,agar esok hari kita tidak kesiangan” Kata Aisyah dengan nada memperingati.

       Keesokan harinya mereka bangun dan melaksanakan sholat tahajud terlebih dahulu. Setelah mereka melaksanakan sholat tahajud lalu sholat shubuh mereka segera bergegas untuk melaksanakan ujian hari ini.

         Disaat mereka mereka sedang bersiap siap, tiba tiba ukhti Nia datang dan memasuki ruangan tempat mereka bersiap siap.

“Assalamualaikum warahmaullahi wabarakatuh…” ukhti Nia mengucapkan salam.

“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh…” jawab para wanita wanita yang ada di ruangan persiapan.

“Apakah kalian semua sudah siap mengikuti ujian pada hari ini?” Tanya ukhti Nia.

“Insyaallah sudah siap ukhti” jawab para siswi dengan serentak

“Baiklah,jika begitu jangan sampai ada yang melakukan kecurangan saat ujian di laksanakan, ALLAH maha tau apa yang kita kerjakan. Kita serahkan semuanya kepada ALLAH SWT. Jika kita sudah berusaha tidak ada yang tidak berhasil di dunia ini ”kata ukhti Nia dengan nada menyemangati.

         Setelah ukhti Nia keluar dari ruangan, seluruh wanita tadi keluar dan segera menuju ke dalam ruangan ujian. Setelah semuanya masuk kedalam ruangan mereka pun segera mencari tempat duduk mereka, dan mempersiapkan alat alat untuk ujian. Pada ujian kali ini pengawas ujian nya adalah UMI NUR.

 “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…” Umi Nur mengucapkan salam.

“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh…” jawab peserta ujian dengan serentak.

“Apakah ujian hari ini bisa kita laksanakan sekarang?” Tanya Umi Nur memastikan.

“Insyaallah bisa umi”kata salah seorang murid yang mengikuti ujian

        Umi Nur pun langsung membagikan soal ujian kepada peserta ujian. Setelah memberikan soal kepada peserta ujian umi Nur pun memberi penjelasan tentang mengisi data pada kolom identitas dan bagaimana cara menjawab soal. Setelah semua penjelasan selesai, Umi Nur pun segera mengawasi kegiatan ujian hari ini.

        Setelah ujian selesai di laksanakan, para peserta ujian pun segera berhamburan keluar dari ruangan.

“Para peserta ujian di harapkan ke aula sekarang juga!” kata salah seorang umi yang ada di pondok pesantren ini.

        Tidak ingin menghabiskan waktu berlama lama, akhirnya semua peserta ujian sudah sampai di aula pondok pesantren.

“assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…”kata umi hasanah,selagi umi yang paling besar di pondok pesantren ini.

“waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh…”jawab anak anak dengan serempak

       “ langsung saja kita membahas ke topik yang ingin kita bahas. Jadi, setelah kalian semua sudah dinyatakan lulus pada ujian kali ini, kalian harus mengikuti ujian yang terakhir, dan ujian yang terakhir ini memakan waktu yang sangat lama. ujian yang terakhir ini adalah, BERDAKWAH. Kita harus membenarkan para manusia yang belum benar akidah dan akhlak nya. Di sisi lain kita juga belajar bagaimana cara bersosialisasi di lingkungan luar.” Kata Umi Nur dengan nada yang panjang dan lebar.

      Setelah mendapatkan berbagai pencerahan, seluruh siswi pondok pesantren pun bersiap siap untuk melaksanakan sholat dzuhur di mushola pondok pesantren. setelah melaksanakan sholat dzuhur berjamaah,para siswi pondok pesantren pun masih berada di mushola, untuk mendengarkan pengumuman.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..” Umi Hasanah mengucapkan salam.

“Waalaikumsallam warahmatullahi wabarakatuh” jawab anak anak dengan serempak.

“Siswi pondok pesantren yang saya banggakan, tidak membutuhkan waktu yang lama lagi marilah kita umumkan siapa nama yang sudah memperoleh nilai tertinggi pada  ujian hari ini. Pada nama yang mendapatkan nilai tertinggi akan mendapatkan jalur undangan ,ia bisa memilih sekolah mana yang akan ia lanjutkan saat ia menempuh sma kelak” kata Umi Hasanah dengan nada bangga.

      Semua anak sudah terlihat sangat penasaran, siapakah yang akan mendapatkan nilai tertinggi di pondok pesantren ini. Mereka sudah terlihat saling berdoa kepada ALLAH SWT..

      Semua anak anak sudah terlihat sangat gugup dengan pengumuman hari ini.

“ Anak yang mendapatkan nilai tertinggi pada ujian hari  ini adalah…..AISYAH UKHWATUN HASANAH” ucap Umi Hasanah dengan sangat bangga.

“Selamat kepada AISYAH atas hasil yang telah di raih, silahkan maju ke depan Aisyah” ucap Umi Hasanah dengan nada gembira.

      Aisyah yang sangat terkejut dan bangga terhadap dirinya sendiri. Ia masih tidak percaya bahwa dirinya mendapatkan nilai tertinggi di pondok pesantren al islamiyah. Ia pun maju kedepan dengan perasaan bangga.

“Aisyah silahkan maju kedepan, dan menerima penghargaan dari pondok pesantren sebagai tanda kau adalah murid terpintar dan tercerdas di pondok pesantren ini, kami sangat bangga kepada mu nak” ucap Umi Hasanah.

      Seluruh Umi dah Ukhti yang ada di pondok pesantren pun memberikan ucapan selamat kepada Aisyah.

“Baiklah anak anak, pengumuman selanjutnya adalah, mulai besok kalian akan mulai berdakwah di berbagai daerah yang telah di tentukan, untuk melihat daerah tempat kalian berdakwah, kalian dapat melihatnya di mading utama pondok pesantren, terima kasih ” kata Umi Hasanah selagi menjelaskan.

“Umi juga berpesan, tolong jagalah akidah kalian, tunjukanlah bahwa kalian itu adalah wanita yang memiliki akhlakul karimah, kalian juga tidak boleh terjerumus kedalam lembah kemaksiaatan yang akan berkakhir di dalam neraka, Umi percaya dengan kalian,  jadi jangan rusak kepercayaan umi dengan kalian. Kalian juga harus mengendalikan hawa nafsu kalian” kata umi Hasanah sekaligus menutup pengumuman pada hari ini.

     Semua murid murid yang ada di mushola langsung memberi ucapan selamat kepada Aisyah dan segera menuju ke mading utama untuk melihat ke daerah mana ia di tugaskan.

     Aisyah dan Hanun tidak berdakwah di dalam satu daerah, mereka berdua harus terpisah jauh demi untuk menjalankan ujian terakhir sebagai syarat kelulusan. Aisyah harus berdakwah di daerah ibu kota (Jakarta) dan Hanun berdakwah di daerah Bandung.

“Aisyah kita harus berpisah…” ucap Hanun dengan nada yang kecewa bercampur sedih.

“tidak apa Hanun, yang penting jangan sampai persahabatan kita putus hanya karna jarak, aku percaya bahwa persahabatan ini tidak akan pernah putus sampai kita bertemu di syurga kelak. AMIN YAROBBALALAMIN” ucap Aisyah sebagai tanda penyemangat.

      Hanun juga dapat mengerti dengan perasaan Aisyah.

      Mereka saling mengucapkan salam perpisahan lalu segera pergi ke kamar dan membereskan barang-barang yang ingin mereka bawa esok hari untuk berdakwah di daerah yang telah di tentukan.

     Malam pun tiba,,,

Sudah saatnya murid-murid pondok pesantren istirahat, dikarnakan esok hari mereka akan menempuh jarak yang lumayan jauh. Semua peseta didik pondok pesantren al islamiyah segera masuk ke dalam kamar dan beristirahat.

    Keesokan harinya, semua peserta didik harus segera bersiap siap, dan membereskan barang barang apa saja yang ingin mereka bawa. Setelah semua peserta didik membereskan barang barang yang ingin di bawa, seluruh peserta didik di kumpulkan di aula pondok pesantren untuk mendengarkan dan mengingat pesan pesan yang akan di berikan Umi Hasanah dan Umi yang lainnya serta ukhti Nia dan Ukhti yang lainnya.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..” kata umi Nur dengan sedikit bersemangat.

“Waaalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh..” jawab peserta didik dengan serentak dan tak kalah semangat nya dengan Umi Nur.

    Setelah berbagai macam pendahuluan di sampaikan oleh para Ukhti dan  para Umi, sekarang sudah masuk pada waktu memberikan pesan pesan yang harus di ingat oleh seluruh peserta didik.

“Anak anak ku sekalian, tidak terasa kalian saat ini sudah ingin lulus dari pondok pesantren al islamiyah ini, Umi berterima kasih kepada kalian yang dahulu pernah berprestasi dan membarikan nama yang baik untuk pondok pesantren al islamiyah, Umi juga berterima kasih kepada kalian semua yang sudah sangat sabar menjalani pembelajaran di pondok pesantren ini Selama 3 tahun disini, kalian semua rela meninggalkan kedua orang tua kalian demi menempuh rida ALLAH SWT, kalian saat ini berjuang di jalannya, jika kalian gugur saat ini kalian semua kan meninggal dengan syahid, yaitu meninggal pada saat berjuang di jalan ALLAH SWT. Umi sangat bangga karna pernah bertemu, berinteraksi, dan pernah mengajar kalian. Kami juga selaku guru guru meminta maaf bila ada kesalahan kata atau  perbuatan saat mengajar kalian. Semoga semua ilmu yang telah kami berikan berguna untuk kalian semua sampai akhir hanyat kalian amin yarobbalalamin” kata Umi Hasanah.

         Para peserta didik hanya diam dan meresapi semua kata kata dan pesan pesan yang di berikan oleh para Umi dan Ukhti.

“Waalaikumsallam warahmatullahi wabarakatuh.”jawab anak anak peserta didik.

      Setelah para peserta didik mendengarkan pesan pesan dari umi hasanah mereka segera menuju ke bis yang akan membawa mereka ke tempat yang sudah di tentukan untuk berdakwah.

      Aisyah dan Hanun berbeda bis sehingga sebelum mereka pergi ke tempat yang di tuju mereka sempat berbincang bincang, karna sebulan penuh mereka berdua tidak akan bertemu

Seluruh peserta didik sudah menaiki bus yang akan membawa mereka ke tempat tujuan, Aisyah yang hanya bisa diam saat ia berada di dalam bus, ia memang sudah terkenal pemalu saat ia baru masuk pondok pesantren.

      Beberapa waktu berlalu di perjalanan, Aisyah saat ini sudah berada di tempat tujuannya ingin berdakwah. Ditempat tujuannya ini Aisyah tinggal di tempat kepala desa yang sudah di berikan tanggung jawab untuk menjaga nya selama ia berada disini.

     Aisyah sudah di persilahkan masuk oleh tuan rumah, dan ia sudah diantarkan ke kamar tamu, saat ini ia sedang beristirahat. Karna mulai esok hari ia akan mulai berdakwah di daerah ini. Aisyah tertidur pulas, mungkin karna ia sangat kelelahan selama berada di perjalanan tadi. Saat ia bangun tidur ia sudah mulai berbincang bincang dengan keluarga kepala desa tersebut.

     Malam hari pun tiba,,,,,dan aisyah masih dalam proses beradaptasi dengan linkungan barunya.tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumah kepala desa tersebut.

“nahh, itu Arman pulang yah” kata bu Isma selaku istri kepala desa tersebut.

    Aisyah bertanya Tanya siapakah Arman tersebut?

“Biar saya saja bu yang membukakan pintu” kata Aisyah memberikan tawaran.

“Baiklah jika itu mau mu nak” jawab bu Isma

    Aisyah pun membukakan pintu dan betapa terkejutnya ia saat ia melihat seorang pria yang sangat tampan berdiri di depan pintu. dan secara tidak sengaja Aisyah sudah bertatapan dengan pria itu walau tidak sampai satu detik.

    Aisyah pun langsung mempersilahkan Arman masuk, setelah Arman benar benar masuk kedalam rumah ia baru langsung segera menuju kamar nya, dan ia pun  menangis tersedu sedu.

“Maafkan hambamu ini ya Allah, hamba telah bertatapan dengan orang yang bukan muhrim hamba, hamba tidak sengaja bertatapan dengannya, hamba tidak bermaksud untuk berzina di sini, ya Allah tolong berkahilah dakwah ku ini ya Allah” kata Aisyah dengan berlinangan air mata.

    Disisi lain,Arman bertanya Tanya siapa wanita yang ada dirumahnya saat ini. karna ia sudah benar benar penasaran akhirnya ia pun bertanya kepada ibunya.

“Ibu,,,boleh kah Arman bertanya sedikit?” kata Arman dengan nada suara yang pelan.

“Boleh nak,apa yang ingin kau tanyakan?” jawab ibu dengan senang hati.

“Ibu, siapakah wanita yang ada dirumah kita?” tanya Arman dengan nada yang sangat penasaran.

“Ohh, itu nama nya Aisyah, dia ditugaskan dari pondok pesantrennya kesini untuk berdakwah” jawab bu Isma seadanya.

“Oh, baiklah bu jika begitu” kata Arman

“Ya nak” jawab ibu.

        Keluarga kepala desa tadi merasa heran, kenapa Aisyah tidak keluar dari kamar nya. Karna takut terjadi sesuatu yang tidak baik, maka bu isma pun segera mengecek keadaan Aisyah.

“ Assalamualaikum  Aisyah….” panggil bu Isma dari luar kamar .

        Aisyah yang masih berlinangan air mata, segera membersihkan air mata yang masih berbekas di wajah nya. Setelah ia membersihkan air mata yang membekas diwajahnya,  ia pun segera membuka pintu kamar.

“Waalaikumsallam bu, ada apa?” jawab Aisyah dengan nada yang lembut agar tidak ada yang tahu kenapa dia dari tadi tidak keluar dari kamarnya.

“Kenapa dari tadi kamu tidak keluar dari kamar nak? apa yang sedang kamu lakukan?” tanya bu Isma dengan sedikit nada khawatir.

“ Aku sangat lelah bu, jadi aku ingin istirahat terlebih dahulu” jawab Aisyah tidak berbohong, ia memang tidak berbohong kan, sebab ia kelelahan karna habis menangis.

“Oh, baiklah nak jika begitu, ibu kira ada yang terjadi dengan dirimu. ya sudah silahkan istirahat” jawab bu Isma dengan rasa yang tidak khawatir lagi.

         Bu Isma keluar dari kamar,  Aisyah langsung segera mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat isya. Setelah ia selesai beribadah kepada allah swt, ia pun segera merebahkan badannya di kasur, dikarnakan besok ia sudah memulai mengikuti acara acara islam lainnya.

         Keesokan harinya Aisyah sudah mulai bersiap siap untuk mengisi acara di majelis taklim. Ia di antar oleh bu Isma, karna bu Isma juga ingin melihat apa yang akan di sampaikan oleh Aisyah.

“Ayo Aisyah kita akan segera pergi menuju ke tempat acara majelis taklim” kata bu Isma mengingatkan.

       Aisyah langsung kluar dari kamar, ia sudah siap untuk mengikuti acara hari ini.

“Ngomong ngomong apa yang ingin kamu sampaikan hari ini Aisyah?” tanya bu Isma.

“Hm…aku akan membawakan kultum dengan  tema hari akhir” jawab Aisyah seadanya.

“Baiklah ibu doakan semoga hari ini kamu dapat membawakan kultum dengan baik dan benar, semoga sukses Aisyah..”kata bu Isma sebagai tanda semangat.

      Aisyah dan bu Isma pun segera beranjak dari rumah dan segera menuju ke tempat majelis taklim, kebenaran acara hari ini di laksanakan di masjid agung istiqlal Jakarta. Aisyah sangat gugup karna masjid yang akan di datangi adalah masjid yang terkenal di seluruh nusantara, siapa yang tak tahu  dengan masjid istiqlal?

“Ahh..pokoknya aku tidak boleh gugup, demi agar aku bisa lulus dengan nilai yang bagus, aku ingin memberikan nilai yang terbaik untuk ibu dan ayah” kata Aisyah dalam hati.

      Setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, yaitu masjid agung istiqlal Jakarta.

Seluruh jamaah yang datang ke masjid ini sudah tau siapa saja yang akan kultum pada hari ini, mereka juga tau bahwa hari ini Aisyah akan kultum disini.

      Aisyah sangat gugup karna melihat banyak sekali jamaah yang akan mendengarkan kultum dari berbagai narasumber, termasuk Aisyah.  Aisyah kebingungan iya harus  pergi kemana. Sedangkan ia harus segera kultum sekarang.

Tiba tiba saat iya sedang berjalan jalan…..

“Assalamualaikum,,,,Ukhti” kata salah seorang wanita yang menggunakan pakaian serba ungu itu.

“Waalaikumsallam,,,, Ukhti” jawab Aisyah dengan sedikit nada bertanya tanya.

“Bolehkah aku bertanya kepada mu?” tanya orang yang menggunakan pakaian ungu tadi.

“Boleh saja,,” jawab Aisyah dengan senang hati.

“Apakah kau juga ingin kultum  disini?” tanya anak tadi

“Hm..iya, apakah kau juga ingin kultum disini?” tanya Aisyah balik

“Iya aku juga ingin kultum  disini, kalau boleh tau tema apa yang ingin kau bawakan untuk kultum hari ini? kalau aku tentang pergaulan” kata anak tadi.

“Kultum ku bertema hari akhir, Hm…ngomong ngomong kita belum berkenalan. Siapa nama mu?” tanya Aisyah

“Ohh iya,,,nama ku adalah PAMBAYUNG LESTAR PUTRI, kalau namamu?” jawab lestar

“Nama ku adalah AISYAH  UKHWATUN HASANAH” jawab Aisyah

      Mereka sudah mulai berbincang bincang dan bercanda gurau, mereka juga menceritakan tentang kisah hidup mereka, sekolah mereka, dan segala kejadian yang pernah terjadi di hidup mereka. Disaat mereka sedang berbincang bincang ternyata acara tausyiah pun akan segera dimulai. Seluruh petugas yang menyampaikan kultum harus segera bergegas.

     Aisyah dan lestar sudah menuju ke tempat acara mereka pun segera bergegas dan mempersiapkan diri dan mental.

“Banyak sekali  orang yang akan menyampaikan tausyiahnya, kira kira dari mana saja orang orang ini, apakah hanya kita berdua yang menjadi pensyiar cilik, karna aku liat dari tadi hampir semua pensyiar adalah orang dewasa, bagaimana ini aku sangat gugup” kata Lestar dengan sediki nada terkejut.

“Sudahlah sebaiknya kita serahkan saja semua keadaan ini kepada allah swt. Karna hanya dia yang saat ini yang bisa membantu kita, berdoalah kepada allah swt semoga saja saat kita menyampaikan tausyiah kita nanti, tidak ada rasa gugup dan gerogi yang menghantui kita” kata Aisyah dengan semangat.

     Setelah beberapa waktu berlalu, sekarang sudah saat nya Aisyah untuk menyampaikan tausyiahnya. Ia maju ke mimbar penceramah dengan sangat percaya diri, karna ia yakin bahwa tidak ada yang perlu untuk di gugupi saat kita menyebarkan agama allah.

     Aisyah sudah naik ke atas mimbar, ia sudah memulai kultumnya, ia menyampaikan kultum dengan sangat percaya diri tak terlihat kegugupan di matanya,Ia hanya fokus kepada satu tujuan saja yaitu ALLAH SWT.

    Seluruh jamaah yang ada di masjid istiqlal mulai terkagum kagum dengan kultum yang di bawakan Aisyah, padahal sebelum Aisyah menyampaikan kultumnya banyak para jamaah yang sudah terlihat ngantuk dan lelah tetapi saat aisyah yang menyampaikan kultumnya, semua jamaah terkagum kagum melihatnya karna dengan usia yang masih belia, sangat jarang sekali ada seorang anak yang dengan beraninya menyampaikan kultum  dengan semangat dan tanpa terlihat gugup sama sekali.

     Aisyah sudah selesai menyampikan kultumnya ia pun segera turun dari mimbar penceramah.

Tak lama dari itu cara tauasyiah pun selesai tiba tiba ada segerombol orang yang datang kearah Aisyah, ternyata orang orang itu adalah para wartawan dan jemaah yang tadi mendengarkan tausyiah Aisyah.

     Setelah kejadian hari itu Aisyah banyak dikenal orang,  dan di hari hari selanjutnya ia tidak gugup lagi menyampaikan tausyiah nya. Ia merasa sangat senang karna dapat membuat banyak orang mempunyai semangat yang lebih untuk beribadah kepada allah swt.

    Hari demi hari berlalu di Jakarta,tak terasa aisyah sudah ingin kembali lagi ke pondok pesantren nya, saat ini Aisyah sudah sangat sangat di kenal banyak orang ia pun sudah banyak mendapatkan job job tausyiah di berbagai acara keagamaan.

    Disore hari yang cerah Aisyah pergi berjalan jalan di keramaian kota Jakarta ia pergi berjalan jalan bersama Lestar, teman yang dulu pernah ia temui saat berada di masjid istiqlal.

“Lestar, entah kenapa aku merasa akan ada sesuatu yang mengejutkan pada tanggal 7 kelak” kata Aisyah dengan sedikit nada keheranan.

“Ya pastilah kamu kan akan pulang pada tanggal tersebut ke pondok pesantren mu” jawab Lestar.

“Tapi, bukan perasaan seperti itu yang aku rasakan saat ini, aku merasa aneh saja pada tanggal itu.setiap hari aku selalu saja menghitung berapa hari lagi menuju hari itu.” kata Aisyah dengan perasaan yang bertambah heran.

“Mungkin itu semua hanya perasaan mu saja Aisyah” jawab Lestar.

   Aisyah hanya dapat mengangguk tanda bahwa ia sudah mengerti dengan apa yang disampaikan oleh Lestari.

    Beberapa hari berlalu dan besok sudah saat nya Aisyah pulang ke pondok pesantrennya. Saat ini ia sedang mengemasi barang barang yang ingin ia bawa pulang ke pondok pesantren. Setelah selesai mengemasi barang barang yang ingin ia bawa pulang aisyah pun sudah berfikir bahwa tak lama lagi ia akan berpisah dengan Lestar dan teman temannya yang lain, ia juga sudah ingin memasuki SMA, jadi ia juga pasti akan berpisah dengan mereka.

     Aisyah pun terpikir sesuatu yang ingin ia buat untuk teman dan para sahabatnya. Aisyah terpikir untuk membuat sebuah surat. Aisyah sudah mengambil alat tulis dan kertas, ia sudah siap untuk membuat surat surat untuk semua teman dan sahabatnya.

    Setelah selesai membuat surat, Aisyah pun segera meminta Arman untuk memberikan surat surat untuk teman temannya yang berada di Jakarta, ia juga menitipkan surat untuk teman temannya yang berada di pondok pesantren.

Sekilas, Arman merasa ada yang tidak beres, tetapi ia tidak ingin berburuk sangka kepada Aisyah, yang tak kalah membuat Arman keheranan adalah di setiap surat yang di tulis Aisyah ada kata kata “JANGAN RINDU AKU SAAT AKU SUDAH PERGI” tapi Arman masih berusaha tidak berburuk sangka kepada Aisyah.

    Setelah Aisyah memberikan seluruh suratnya kepada Arman ia pun segera beristirahat, karna besok ia harus kembali ke pondok pesantrennya.

     Keesokan paginya Aisyah terbangun dari tidurnya ia pun segera mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat tahajud.

Arman pun bangun juga dari tidurnya ia melihat Aisyah yang sedang sholat di mushola rumahnya, iapun segera mengambil air wudhu, setelah mengambil air wudhu Arman keheranan karna melihat gerakan sholat Aisyah yang dari tadi masih sujud, tetapi Arman  masih berpikir positif.

    Tetapi setelah ia selesai sholat tahajud pun ia masih merasa bahwa Aisyah belum beranjak dari gerakkannya. Karna takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan Arman pun segera membangunkan ibunya, ibunya juga keheranan karna melihat Aisyah yang tak kunjung bergerak.

    Bu Isma pun berusaha melihat keadaan Aisyah, betapa terkejutnya ia saat melihat wajah Aisyah yang sudah pucat itu, bu Isma tak kuasa merintihkan air mata, akhirnya ia pun memeriksa apakah Aisyah masih bernyawa atau tidak.

    Setelah bu Isma memeriksa keadaan Aisyah, ternyata benar Aisyah sudah tak bernyawa dan Aisyah pun segera di benahi dan keluarga kepala desa tersebut sudah menghubungi pihak pondok pesantren, pihak pondok pesantren masih merasa tidak percaya bahwa murid kebanggaan pondok pesantren itu telah gugur di jalan allah. Tapi pihak pondok pesantren pun masih berusaha merasa tegar dan tabah dalam menjalani cobaan ini.

    Arman pun langsung memberikan seluruh surat yang semalam Aisyah berikan kepadanya sebagai amanah, ia pun memberikan semua surat teman teman Aisyah, teman teman Aisyah yg mendengar kabar tersebut pun masih merasa tidak percaya, karna mereka belum siap di tinggal oleh seorang wanita yang di utus allah untuk membenarkan hidup mereka, mereka masih sangat ingat seluruh perkataan dan nasehat Aisyah untuk mereka.

Setelah jenazah Aisyah di antar pulang oleh pondok pesantren ke keluarga Aisyah, keluarga Aisyah yg terkejut ada sebuah mobil ambulance yang datang ke rumah mereka dan mereka merasa ada perasaan yang tidak enak, setelah jenazah Aisyah di keluarkan dari ambulance barulah seluruh keluarga Aisyah yang menunggu kepulangan putrinya selama tiga tahun itu langsung menangis tersedu sedu…      Tangisan haru dari keluarga Aisyah dan pihak pondok pesantren mengakhiri kepulangan Aisyah ke rahmatullah. Aisyah yang meninggal secara khusnul khotimah meninggalkan berbagai macam nasehat dan petuah dari seluruh tausyiah yang ia sampaikan.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai